Ujian Nasional sering menjadi buah bibir diantara orang tua, guru, para ahli pendidikan, dan pemerinta. bila semester kedua datang (bulan januari sampai juni), setiap sekolah, khususnya SAM,mulai serius dan berkonsentrasi untuk melaksanak  progran pembelajaran “sekses menyongsong UN”. Progarm tersebut program tesebut biasanya dibeikan dalam bentuk pembelajaran tambahan, agar semua anak didik bisa luls ujian nasional(UN) dengan sukses. Nilai UN adala indikator untu menentukan kelulusan anak didik, sekaligus menjadi tolak ukur dalam menentukan peringkat atau kualitas sekolah.
orang tua dan guru seyogiyanya juga perlu merspon dantangnya musim uUjian Nasional, yaitu dengan meningkatkan kepedulian dalam mengawasi, membimbing, dan menemani anak belajar. Orang tua yang kuat dari segi pinansial pun tak segan-segan mendaptarkan anak untuk mengikuti kegiatan bimbel(bimbingan belajar merak, misalnya membelikan buku-buku yang membahas soal-soal Ujian Nasional.

sekolah juga memiliki gaya tersendiri dalam merespon datangnya UN, dengan melakukan mimbingan UN berdasarkan kebijakan dan kuputusan dari pihak atasan. Misalnya, melakukan jam tambahan sesuai jam belajar normal. pemberian tambahan jam hanya diberlakukan untuk mata pelajaran yang tercakup dalam UN.  Adanya jam, tambahan tentu memberikan efek positif bagi anak didik yang memilki motivasai beljar yang tinggi. Namun, mereka  yang lemah motovasinya atau cenderung menyukai belajar akan merasakan bahwa deberlakukannya tambahan jam belajar disekolah ibarat belajar di kamp konsentrasi.sekola berlabel ungulan, seperti SMA Plus, SMA ungulan, dan SMA akselerasi, tentu merancang belajar tambahan melibatkan orang tua, komite sekolah, tokoh masyarakat dan alumni.

mengingat standar kelulusan UN selalumeningkat tiap tahun,anak didik meresponnya dengan penuh kegelisaha. bilah mereka tidak mampu memperoleh skor minimal untuk standar lulsan UN, berati mereka gagal atau tidak lulus dari SMA secara normal. Alternatip lain, mereka bisa mengambil peket C. namun lulus lewat paket C bisa terasa sebagai aib taau hal yang memalukan. lulus dengan paket C berati lulus setaraf  dengan orang-orang yang hanya belajar asal-asalan dan tidak perna drop out pada tahun-tahun sebelumnya . Ijasa (sertipikat) paket C bisa di pandang sebagai Ijas dengan kualitas kelas dua.

agar anak didik bisa lulus secara normal, maka orang tua dan guru-guru melakukan rembuk rahasia. keluarlah ungkapan -ungkapan penuh keperihatian dan pesimistis. sebagai tindakan antisipatif atas hal-hal yang tidak diinginka,ada beberapa pendidik dan orang tuanya yang kemudian berkolaborasi agar anak didik harus harus saling menyontek dan menolong sesama UNberlangsung. Skandal seperti itu bukanlah gejala baru

rekayasa dalam membantu anak didik dealamujian nasional juga bisa dilakukan dengan merapatkan bangku peseta ujian.Mengatur tempat duduk antar siswa yang lemah dan yang pintar. Atau, menginstriusikan kepada anak didik agar saling bekerja sama dan tidak kikir memberikan jawaban selama ujian. Malah pengawas selama ujian dan merekasa kerts jawaban anaki didik itu sendiri. cara-cara haram atau ilegal  tersebut dilakuakan dengan harapan agar anak didik mereka bisa lulus dengan angka tinggi, yang secara langsung juga akan berimbas pada naiknya gengsi sekolah yang bersangkutan. ketika musim UN makin dekat, makamaka harapan guru dan  orang tua adalah agar anak didik lulus UN. namun yang menjadin persoalan adala lulus dengan penuh tanggung jawa ataukah lulus dengan merekayasa dan menyontek!  dua hal tersebut kualitas bangsa dimasa mendatang. anak didik akan tumbuh menjadi calon pemimpin bangsa yang karakter jika meraka tumbuh dari budaya yang menjujung tinggi kejujuran dan kerja keras. sebaliknya meraka akan tumbuh menjadi pemimpin bangsa yang bermental memble bilah dibesarkan oleh budaya yang melegalkan segala cara.

thanks

by ardinzireks

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s